Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:08 WIB

Inovasi Kesehatan: Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-laki Mulai 2027

Author

Inovasi Kesehatan: Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-laki Mulai 2027

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) akan mulai diberikan kepada anak laki-laki berusia 11 tahun mulai tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kanker serviks di Indonesia melalui pencegahan yang lebih luas.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Meskipun kanker serviks tidak dapat dialami oleh laki-laki, mereka berpotensi menjadi pembawa virus yang dapat menularkannya kepada pasangan seksual. Dengan strategi vaksinasi ini, diharapkan penularan HPV dapat diminimalisir secara signifikan.

Pentingnya Vaksin HPV dalam Pencegahan Kanker Serviks

Vaksin HPV telah terbukti sebagai metode yang efektif untuk mencegah kanker serviks, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Dengan meningkatnya cakupan vaksinasi, diharapkan insiden kanker serviks dapat berkurang secara signifikan di masa depan.

Menteri Budi menegaskan bahwa pencegahan ini penting juga bagi laki-laki, meskipun mereka tidak dapat menderita kanker serviks. "Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif," ujarnya.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui

Target Program Vaksinasi dan Deteksi Dini

Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 2,1 juta perempuan usia 11 tahun untuk menerima vaksin HPV tahun ini sebagai langkah awal. Selama tiga tahun terakhir, pemerintah telah berhasil mendeteksi dini 1,9 juta perempuan berisiko kanker, pencapaian ini dijadikan indikator positif oleh Menteri Budi.

Program ini tidak hanya terbatas pada anak perempuan saja, tetapi juga menyasar perempuan usia 15 tahun yang belum mendapatkan imunisasi. "Kita lagi berpikir apakah mau melakukan program lanjutannya pada perempuan usia 21 tahun," tambahnya.

Strategi Vaksinasi untuk Mengatasi Angka Kanker Serviks

Pada tahun 2023, pemerintah meluncurkan program nasional vaksin HPV, menandakan keseriusan mengatasi masalah kesehatan ini. Cakupan vaksinasi diharapkan mencapai 90 persen pada tahun 2030 untuk kedua gender, menandai langkah penting dalam strategi kesehatan masyarakat.

Vaksinasi akan ditawarkan kepada semua anak perempuan kelas 5 SD (usia 11 tahun), dengan opsi bagi yang belum mendapatkan imunisasi untuk mengikutinya di kelas 6 SD atau kelas 9 SMP. Dengan meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda, diharapkan pencegahan kanker serviks dapat dicapai dengan lebih merata.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU