Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Kondisi Kardiovaskular yang Lebih Baik Melalui Puasa Ramadan

Author

Kondisi Kardiovaskular yang Lebih Baik Melalui Puasa Ramadan

Puasa Ramadan memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan faktor-faktor kesehatan yang mendukung kardiovaskular.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Temuan dalam studi terkini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan pada individu yang menjalankan puasa, serta potensi efek menguntungkan bagi mereka yang memiliki kondisi jantung tertentu.

Pengaruh Puasa terhadap Tekanan Darah

Sebuah penelitian yang dikenal sebagai London Ramadan Study (LORANS) menunjukkan bahwa puasa Ramadan berhubungan langsung dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Pengukuran dilakukan pada 3.213 peserta, termasuk individu sehat serta mereka yang mengalami hipertensi dan diabetes.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular, dengan penurunan tekanan darah yang signifikan.

Penemuan ini tidak ditemukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis, mempertegas bahwa puasa dapat dijalankan dengan lebih aman oleh sebagian besar populasi.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Keselamatan Puasa bagi Penderita Masalah Jantung

Dr. Babar Basir dari Henry Ford Health menjelaskan bahwa puasa bisa dianggap aman bagi pasien jantung, asalkan dilakukan dengan konsultasi medis sebelumnya. Hal ini terutama penting bagi mereka yang sedang dalam pengobatan aktif.

"Secara historis, sudah terbukti berulang kali bahwa puasa sebenarnya sangat aman bagi kebanyakan orang," kata Dr. Babar, menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati saat menjalankan puasa.

Untuk memastikan keselamatan, setiap individu disarankan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing sebelum mengambil keputusan tentang puasa.

Nutrisi Optimal Selama Ramadan

Ahli gizi Dr. Manal Elfakhani dari Penn State University menyatakan bahwa sahur adalah waktu penting yang harus dimaksimalkan untuk asupan energi. Ia merekomendasikan agar sahur mencakup biji-bijian utuh, sayur, dan sumber protein.

"Sahur adalah kesempatan terakhir untuk memberi asupan energi bagi tubuh sepanjang hari," kata Dr. Elfakhani, memitigasi risiko dehidrasi dengan mengingatkan pentingnya kecukupan air.

Ketika berbuka puasa, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga keseimbangan nutrisi dan menghindari makanan yang banyak digoreng yang dapat berisiko bagi kesehatan.

Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU