Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:06 WIB

Dampak Puasa terhadap Metabolisme dan Kesehatan Tubuh

Author

Dampak Puasa terhadap Metabolisme dan Kesehatan Tubuh

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa praktik ini dapat meningkatkan efisiensi pembakaran kalori dan pemanfaatan energi.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru

Dalam aspek kesehatan, puasa telah terbukti berkontribusi pada penurunan berat badan dan peningkatan kesehatan metabolik, menjadikannya pilihan yang semakin diminati oleh banyak individu.

Puasa dan Proses Metabolisme

Selama puasa, tubuh beralih dari karbohidrat sebagai sumber energi utama ke lemak yang tersimpan. Proses ini, dikenal sebagai ketogenesis, menciptakan keton yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

Efisiensi metabolisme juga meningkat saat puasa. Penelitian menunjukkan bahwa praktik ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berimplikasi pada pengelolaan gula darah yang lebih baik.

Dengan kondisi metabolisme yang lebih optimal, risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular dapat berkurang, memberikan keuntungan pada kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Puasa telah dikenal dapat memperbaiki kesehatan jantung melalui penurunan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL). Hal ini mendorong pengurangan risiko penyakit jantung, faktor kesehatan yang signifikan.

Proses autofagi selama puasa berkontribusi terhadap perbaikan sel dengan membersihkan sel-sel tua atau rusak. Ini mendukung kesehatan sel secara keseluruhan, dengan potensi efek positif pada usia panjang.

Dalam jangka panjang, penerapan kebiasaan puasa bisa meningkatkan harapan hidup, di mana pembatasan kalori yang dilakukan dapat berkontribusi terhadap perbaikan kesehatan secara umum.

Puasa dan Keseimbangan Hormonal

Puasa berpengaruh pada keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk peningkatan kadar hormon pertumbuhan manusia (HGH) yang berperan dalam pembakaran lemak dan pemeliharaan massa otot. Keseimbangan ini penting bagi kesehatan metabolik.

Penurunan kadar hormon stres, seperti kortisol, juga terjadi selama puasa. Hormonal stres yang tinggi sering kali berkontribusi pada peningkatan berat badan, sehingga pengaturan yang tepat dapat meningkatkan proses metabolisme.

Oleh karena itu, puasa membantu tubuh berfungsi lebih baik dalam proses metabolisme sehari-hari dengan mendukung keseimbangan hormonal yang stabil.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU