Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

Memahami Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Author

Memahami Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Tinnitus, atau yang sering disebut sebagai telinga berdenging, adalah kondisi yang banyak dialami oleh masyarakat di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan suara yang muncul di telinga, meskipun tidak ada sumber suara eksternal yang memicu.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Penyebab Tinnitus

Tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk paparan suara keras dalam waktu lama. Penelitian menunjukkan bahwa kebisingan dari konser, lingkungan kerja, atau penggunaan alat musik dapat merusak sel-sel pendengaran.

Infeksi telinga, penumpukan cairan, dan gangguan pada telinga tengah juga bisa memicu timbulnya tinnitus. Selain itu, kondisi kesehatan seperti hipertensi dan diabetes, serta stres, turut berperan sebagai faktor risiko yang signifikan.

Kondisi lain yang sering dikaitkan dengan tinnitus adalah penyakit Meniere, yang merupakan gangguan pada telinga dalam. Beberapa jenis obat-obatan, seperti antibiotik dan diuretik, juga dapat menyebabkan efek samping berupa tinnitus.

Gejala Tinnitus

Gejala tinnitus umumnya berupa suara berdengung yang bisa bervariasi dalam intensitas dan frekuensi. Penderita mungkin mendengar desiran, lokan, atau bunyi lain yang terputus-putus.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Tinnitus bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung pada penyebab yang mendasari. Selain suara di telinga, penderita juga sering mengalami gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, serta perubahan mood yang signifikan.

Adalah penting untuk memahami bahwa tinnitus bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan gejala yang dapat menjadi indikator kondisi kesehatan lain.

Pengobatan Tinnitus

Pengobatan tinnitus bervariasi, tergantung pada penyebab dan keparahan gejala. Dalam kasus tertentu, pengobatan mungkin tidak diperlukan jika gejala bersifat sementara dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Terapi suara seperti penggunaan alat bantu dengar atau generator suara sering menjadi rekomendasi untuk meredakan gejala. Selain itu, terapi kognitif perilaku (CBT) kadang digunakan untuk membantu pasien mengatasi dampak psikologisnya.

Pada situasi yang lebih serius, tindakan medis seperti pembedahan mungkin diperlukan, terutama jika terdapat kelainan struktural di telinga. Evaluasi dari dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan sangat dianjurkan untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU