Pusing yang dialami saat berdiri cepat bisa menjadi indikator penurunan tekanan darah yang signifikan. Ini dikenal sebagai ortostatik hipotensi, sebuah kondisi di mana tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan posisi.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Beberapa faktor, seperti dehidrasi dan gangguan kardiovaskular, dapat memperburuk kondisi ini. Mengetahui penyebab dan cara penanganannya sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Apa Itu Ortostatik Hipotensi?
Ortostatik hipotensi merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang turun tajam saat berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke berdiri. Pusing yang timbul akibat kondisi ini bisa begitu parah hingga menyebabkan pingsan.
Sistem saraf autonomi berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan memastikan aliran darah cukup ke otak saat posisi tubuh berubah. Jika sistem ini tidak berfungsi dengan baik, pusing bisa terjadi.
Penyebab dari ortostatik hipotensi bervariasi, bisa jadi karena dehidrasi, gangguan pada sistem saraf, atau kondisi medis lainnya. Umumnya, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Faktor Penyebab Pusing Saat Berdiri
Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama dari penurunan volume darah yang berpotensi mengarah pada ortostatik hipotensi. Memastikan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah.
Penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik atau obat antihipertensi bisa berpengaruh pada tekanan darah. Tanpa pengawasan medis yang tepat, risiko efek samping berupa pusing bisa meningkat.
Kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan penyakit jantung juga dapat mempengaruhi bagaimana tubuh merespon perubahan posisi. Untuk mereka yang memiliki penyakit ini, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang bijak jika gejala pusing sering muncul.
Pengelolaan dan Pencegahan
Untuk mengelola ortostatik hipotensi, mengenali gejala sangatlah penting. Mengubah posisi secara perlahan dapat membantu tubuh beradaptasi saat berpindah posisi.
Menjaga asupan cairan yang cukup dan menerapkan pola makan seimbang sangat disarankan. Mengadopsi gaya hidup sehat dapat berkontribusi terhadap stabilitas tekanan darah.
Bagi yang mengalami pusing berulang kali, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menemukan penyebabnya. Penanganan berdasar diagnosa medis dapat meningkatkan kualitas hidup.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: