Selasa, 03 MARET 2026 • 11:03 WIB

Maksimalkan Hidrasi Selama Bulan Puasa dengan Strategi Tepat

Author

Maksimalkan Hidrasi Selama Bulan Puasa dengan Strategi Tepat

Pola minum yang baik menjadi kunci untuk menjaga kesehatan selama ibadah puasa. Dalam bulan Ramadan, strategi yang efektif diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan memastikan tubuh tetap bugar.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru

Masyarakat di Indonesia berupaya mengoptimalkan waktu antara sahur dan berbuka. Pengetahuan yang tepat tentang cara mengatur pola minum sangat membantu dalam menjaga stamina saat berpuasa.

Pentingnya Hidrasi Selama Puasa

Hidrasi yang baik saat berpuasa sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental. Dehidrasi dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan, sakit kepala, dan gangguan konsentrasi.

Para ahli kesehatan menyatakan bahwa tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan cairan sangat penting untuk menjaga fungsi organ agar tetap optimal.

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat cairan lebih dari 12 jam. Ini menjadikan pentingnya pemenuhan kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka agar proses metabolisme tetap berjalan lancar.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Strategi Mengatur Pola Minum

Salah satu strategi yang efektif adalah membagi waktu minum menjadi beberapa sesi. Disarankan untuk minum setelah berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Ahli merekomendasikan mengonsumsi minimal delapan gelas air setiap hari. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengatur jadwal minum, seperti satu gelas setelah berbuka puasa dan dua gelas saat sahur.

Selain air, penting juga mengkonsumsi makanan yang kaya air seperti buah-buahan dan sayuran. Buah-buahan seperti semangka, jeruk, dan timun sangat dianjurkan karena kandungan airnya yang tinggi.

Menghindari Dehidrasi dengan Kebiasaan Baik

Menghindari minuman berkafein dan beralkohol sangatlah penting selama bulan puasa. Minuman tersebut dapat menambah risiko dehidrasi karena bersifat diuretik.

Sebagai alternatif, mengonsumsi minuman sehat seperti air kelapa atau jus segar dianjurkan. Minuman tersebut tidak hanya membantu hidrasi tetapi juga mengandung nutrisi penting bagi tubuh.

Dengarkan sinyal tubuh Anda. Jika merasa haus atau lelah, segera penuhi kebutuhan cairan tanpa harus menunggu waktu berbuka untuk mencegah efek negatif dari dehidrasi.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU