Insiden pecah ban kendaraan di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menarik perhatian publik, setelah banyak keluhan mengenai kondisi jalan yang buruk. Hal ini terjadi di sekitar KM 139, dengan adanya lubang yang terdeteksi antara KM 129 hingga KM 140.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui
Pengelola jalan tol memberi respon terhadap situasi ini, menyatakan bahwa kerusakan permukaan jalan dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebagai tanggapan, mereka juga mengakui pentingnya penanganan segera bagi para pengendara yang terdampak.
Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Manajemen Keberlanjutan dan Komunikasi Perusahaan Astra Tol Cipali, menjelaskan bahwa percepatan kerusakan jalan dapat disebabkan oleh kombinasi faktor cuaca. Ia mengonfirmasi, "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan akibat adanya lubang di beberapa titik di ruas tol yang antara lain dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir."
Sebagai langkah penanganan, dia menekankan bahwa tindakan bantuan bagi pengguna jalan yang mengalami pecah ban telah dilakukan pada 7 Januari 2026. Namun, ia juga menyebutkan bahwa perbaikan pada beberapa titik jalan masih sangat dibutuhkan.
Di sisi lain, pengelola tol menyampaikan bahwa mereka telah memasang rambu peringatan yang bertujuan memberikan informasi lebih baik bagi para pengendara tentang kondisi jalan yang tidak aman.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Fisa Rizqiano, Kepala Bagian Peralatan Asli (OE) Bridgestone Indonesia, menjelaskan bahwa kerusakan ban sering kali berkaitan dengan tekanan udara yang tidak sesuai. "Kerusakan ini dinamakan Flat Running," ucapnya, menjelaskan keadaan di mana ban beroperasi dengan tekanan mendekati nol, yang menyebabkan kerobekan saat menghantam permukaan keras.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kerusakan pada ban, karena kondisi ini biasanya disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap ban yang digunakan. Fisa menambahkan, "Apa pun penyebabnya, perlu dilakukan pengecekan mendalam agar dapat menghindari kerusakan serupa di kemudian hari."
Dengan meningkatnya frekuensi kecelakaan, para pengemudi diingatkan untuk lebih peduli terhadap kondisi ban mereka saat berkendara, terutama di area yang terkenal rawan kerusakan.
Memastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan menjadi sangat penting dalam berkendara, terutama di jalan tol. Tekanan yang ideal memberikan dukungan optimal pada struktur ban serta meningkatkan kenyamanan berkendara.
Fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) di kendaraan modern semakin membantu pengemudi dalam menjaga tekanan ban. Namun, bagi kendaraan tanpa fitur tersebut, Fisa merekomendasikan agar pengemudi melakukan pengecekan secara manual untuk mencegah kerusakan akibat tekanan yang tidak sesuai.
Langkah preventif ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi pada masa pakai ban yang lebih lama.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: