WHO Tanggapi Tuduhan AS Soal Penanganan Pandemi Covid-19
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang dilontarkan oleh Amerika Serikat, yang menilai organisasi tersebut telah merugikan reputasi negara. Pernyataan ini muncul setelah AS memutuskan untuk keluar dari WHO secara resmi.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
WHO menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mengulangi komitmennya untuk berkolaborasi dengan seluruh Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat. Penjelasan resmi ini dirilis untuk menanggapi langkah AS yang mengkritik kebijakan WHO selama pandemi Covid-19.
Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, mengklaim bahwa WHO telah mempermalukan negara tersebut. Merespons tuduhan ini, WHO menerangkan bahwa, 'Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya.'
WHO juga merinci langkah-langkah yang diambil saat pandemi Covid-19 dimulai. Pernyataan resmi mencatat bahwa mereka mengaktifkan sistem manajemen insiden darurat pada 31 Desember 2019 setelah menerima laporan pertama terkait kluster kasus di Wuhan, China.
Selama pandemi, WHO berkomitmen untuk bertindak cepat. Dalam pernyataannya, WHO menambahkan, 'Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia.'
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keputusan untuk keluar dari WHO pada 22 Januari. Proses tersebut dimulai dengan Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump yang menyatakan bahwa, 'Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO.'
Keputusan ini menandai akhir dari kerjasama antara AS dan WHO, ditandai dengan kritik tajam terhadap 'kegagalan WHO selama pandemi Covid-19.' Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. menekankan bahwa WHO sering kali bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Pernyataan dari Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) menyebutkan bahwa ini merupakan penarikan yang telah direncanakan selama satu tahun.
WHO menanggapi kritik dengan mengingatkan bahwa tidak ada organisasi atau pemerintah yang sempurna dalam menangani krisis kesehatan. Dalam pernyataan resmi, WHO menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi global dalam menghadapi pandemi.
WHO mencatat, 'WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown.' Pernyataan ini menggambarkan pendekatan WHO yang lebih bersifat rekomendatif dibandingkan obligatif.
Terlepas dari keputusan AS untuk menarik diri, WHO berharap kolaborasi internasional dalam penanganan pandemi tetap terjaga. Peran AS sebagai donor terbesar dalam organisasi ini diharapkan dapat memberi dampak signifikan terhadap upaya kesehatan global ke depannya.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: