BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 16:14 WIB

Peluncuran Satelit NISAR: Inovasi dalam Pemantauan Bumi

Peluncuran Satelit NISAR: Inovasi dalam Pemantauan BumiPeluncuran Satelit NISAR: Inovasi dalam Pemantauan Bumi

Satelit hasil kolaborasi NASA dan ISRO, bernama NISAR, telah mengirimkan gambar radar pertama permukaan Bumi, sebuah langkah signifikan dalam riset Bumi modern.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Misi ini bertujuan untuk mempelajari interaksi kompleks antara daratan, vegetasi, dan es dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.

Gambar Pertama: Dari Amerika ke Dunia

NISAR diluncurkan oleh ISRO pada 30 Juli lalu dan memotret Pulau Mount Desert di Maine, AS, menggunakan sistem radar L-band. Radar ini mampu menangkap detail visual yang menandai perairan, hutan, dan area tanah terbuka.

Setelah itu, radar yang sama memotret North Dakota, menampilkan area pertanian dan lahan basah dengan ketelitian tinggi. Teknologi ini memberikan kemampuan pemantauan terhadap perubahan tutupan lahan, pertumbuhan tanaman, serta kondisi hutan.

Dengan kemampuan mendeteksi objek sekecil lima meter, radar ini diharapkan memberikan wawasan penting dalam memahami dampak iklim dan ketahanan pangan global.

Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan

Radar Ganda Canggih

NISAR merupakan satelit pertama yang dilengkapi dengan dua radar aktif berbeda: L-band dari NASA dan S-band dari ISRO. L-band memungkinkan pemantauan pergerakan tanah dengan ketelitian hingga milimeter, sementara S-band lebih efisien untuk analisis vegetasi kecil.

Kombinasi dari kedua radar ini memungkinkan NISAR untuk memindai seluruh permukaan darat dan es Bumi dua kali setiap 12 hari. Antena berdiameter 12 meter menjadi salah satu inovasi paling signifikan yang dikirim oleh NASA ke luar angkasa.

Teknologi ini penting untuk mengumpulkan data yang perlu bagi pemahaman ilmiah secara keseluruhan serta untuk pengambilan keputusan terkait perubahan iklim.

Menuju Operasi Penuh

Saat ini, satelit NISAR berada di orbit setinggi 747 kilometer dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada bulan November tahun ini. Data yang terkumpul diperkirakan akan membantu ilmuwan dalam memahami evolusi Bumi dari waktu ke waktu.

Nicky Fox, Associate Administrator Science Mission Directorate NASA, menjelaskan, "Gambar awal ini baru pembuka dari data luar biasa yang akan dihasilkan NISAR."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa sains di balik NISAR memiliki potensi untuk memberikan gambaran jelas terkait perubahan yang terjadi di daratan dan lapisan es, serta sebagai landasan bagi pengambil kebijakan dalam menghadapi dampak bencana alam.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peluncuran Satelit NISAR: Inovasi dalam Pemantauan Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!