Honda Revisi Rencana Produksi Mobil Listrik di Amerika Utara
Honda Motor Company mengumumkan penghentian produksi tiga model mobil listrik, yaitu Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan Acura RSX, di Amerika Utara. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menghadapi kerugian yang signifikan, memaksa penyesuaian strategi bisnis menuju model hybrid.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dalam pernyataan resminya, Honda menyebut penurunan profitabilitas dan dampak buruk dari kebijakan tarif AS sebagai faktor utama keputusan ini. Perusahaan mengalami penurunan keuntungan hampir 42 persen pada tahun fiskal 2025, yang mencerminkan tantangan dalam sektor mobil listrik.
Honda memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan dan peluncuran tiga model mobil listrik yang dijadwalkan, termasuk Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, dan Acura RSX. Dalam pernyataan resmi, Honda menyatakan, "Untuk memperbaiki situasi pendapatan saat ini secepat mungkin, Honda mempertimbangkan berbagai opsi; namun, setelah pertimbangan yang cermat, perusahaan memutuskan membatalkan pengembangan dan peluncuran pasar tiga model EV yang telah direncanakan untuk diproduksi di AS."
Penghentian ini diharapkan berdampak jauh pada perusahaan, terutama menghadapi penurunan permintaan kendaraan listrik. Ketiga model yang ditargetkan seharusnya mulai diproduksi tahun ini, namun produksi Honda 0 Saloon telah tertunda hingga 2027.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Meskipun langkah ini dianggap sebagai upaya untuk meminimalkan kerugian, situasi saat ini justru memperburuk kondisi keuangan Honda.
Honda mengalami penurunan keuntungan sebesar 42 persen dari April hingga Desember 2025, memicu langkah strategis ini. Total kerugian diperkirakan mencapai JPY2,5 triliun atau sekitar Rp265,6 triliun, yang akan tercatat dalam laporan keuangan konsolidasian tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026.
Defisit ini disebabkan oleh kombinasi biaya operasional yang tinggi dan penurunan nilai investasi, yang berdampak besar pada kesehatan finansial perusahaan. Honda menyatakan bahwa memulai produksi ketiga model dalam kondisi pasar yang tidak mendukung dapat memperparah kerugian di masa depan.
Menanggapi tantangan yang ada, Honda berencana untuk mengevaluasi alokasi sumber daya dan lebih fokus pada pengembangan segmen hybrid. Pendekatan ini diharapkan membantu mereka tetap kompetitif sambil meminimalkan risiko kerugian.
Selain itu, Honda juga berencana untuk memperluas penjualan model hybrid generasi berikutnya di pasar India, mencerminkan perubahan prioritas perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berkembang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: