Perdana Menteri Albania, Edi Rama, baru-baru ini mengumumkan peluncuran Diella, menteri kecerdasan buatan pertama di dunia yang 'hamil' dengan 83 asisten digital.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Asisten-asisten ini dirancang untuk membantu anggota parlemen dalam mencatat aktivitas dan menyediakan informasi penting demi peningkatan transparansi dan efisiensi dalam pemerintahan.
Diella diperkenalkan pada Januari 2025 sebagai asisten virtual dalam platform e-Albania, memudahkan masyarakat dan pelaku usaha dalam pengurusan dokumen.
Setelah pelantikan sebagai Menteri Negara pada September 2025, Diella menjadi menteri pertama berbasis kecerdasan buatan yang secara resmi diangkat, dan diharapkan dapat meminimalkan korupsi dari proses pengadaan publik.
Perdana Menteri Edi Rama menegaskan bahwa Diella akan bertanggung jawab penuh dalam memantau dan mencatat semua aktivitas di parlemen secara real-time.
“Setiap anak akan menjadi asisten yang hadir dalam sidang parlemen, mencatat segala yang terjadi, dan memberi masukan kepada anggota parlemen. Mereka akan memiliki pengetahuan yang sama dengan ibunya,” ujar Rama.
Peluncuran Diella telah menarik perhatian dan beragam reaksi dari masyarakat, dengan beberapa menganggapnya sebagai langkah inovatif menuju pemerintahan yang lebih bersih dan efisien.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Namun, kritik juga muncul yang menyebut langkah ini sebagai ‘teater politik digital’, mengkhawatirkan bahwa meskipun futuristik, ada potensi masalah hukum dan etik yang dapat timbul.
Salah seorang komentator lokal menyatakan, “Bahkan Diella pun bisa dikorupsi di Albania,” menyoroti bahwa tanpa perubahan struktural dalam konteks politik, digitalisasi tidak akan sepenuhnya menghapus korupsi yang telah mengakar.
Pandangan beragam ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Albania dalam mengadaptasi teknologi baru dalam sistem pemerintahan.
Perdana Menteri Rama optimis bahwa kehadiran Diella dan anak-anaknya akan membawa Albania menuju era pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.
Ia berkomitmen bahwa Diella diharapkan dapat berfungsi penuh pada akhir 2026 dan menjamin transparansi dalam setiap proses tender publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: