BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 15:58 WIB

Pemerintah Indonesia Rencanakan Pembatasan Game Online Setelah Insiden di Jakarta

Pemerintah Indonesia Rencanakan Pembatasan Game Online Setelah Insiden di JakartaPemerintah Indonesia Rencanakan Pembatasan Game Online Setelah Insiden di Jakarta

Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk membatasi sejumlah permainan daring, termasuk PUBG, menyusul insiden tragis di SMA 72 Jakarta. Rencana ini diungkap dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 November 2025.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memahami dampak dari game online terhadap masyarakat. Dia juga mengusulkan langkah-langkah untuk menemukan solusi atas masalah ini.

Rapat Terbatas Mengenai Pengaruh Game Online

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap dampak game online di tengah tragedi yang terjadi di SMA 72 Jakarta. Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan, 'Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online.'

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh game online khususnya di kalangan generasi muda. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan kajian menyeluruh mengenai isu ini sebelum menerapkan kebijakan lebih lanjut.

Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Kementerian Komdigi Mengkaji Kasus Secara Detil

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian lebih mendalam terkait insiden tersebut. Edwin mengungkapkan, 'Kita lagi lihat ini kasusnya secara detail. Saya baru bahas juga,' saat diwawancarai oleh CNBC Indonesia.

Hingga saat ini, belum ada keputusan definitif dari pemerintah mengenai pembatasan game. Kajian ini diharapkan dapat memastikan semua pertimbangan matang sebelum langkah kebijakan diambil.

Sistem Klasifikasi Usia untuk Game di Indonesia

Sebagai respons terhadap masalah ini, Kementerian Komdigi juga meluncurkan sistem klasifikasi usia yang disebut Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini mengharuskan semua pengembang game untuk mencantumkan klasifikasi usia yang sesuai dengan permainan yang mereka kembangkan.

Edwin menambahkan bahwa IGRS direncanakan mulai berlaku pada 2026 dan akan diterapkan dalam dua tahap. 'Ada dua, IGRS itu sistemnya yang pertama self assesment mereka menyatakan untuk umur berapa. Kemudian abis itu kita secara berkala kan banyak sekali game secara berkala melakukan pengecekan,' jelasnya. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi anak-anak dalam memilih game yang appropriate.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemerintah Indonesia Rencanakan Pembatasan Game Online Setelah Insiden di Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!