BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Kenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek di Indonesia

Kenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek di IndonesiaKenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek di Indonesia

Aplikasi drama pendek, terutama Melolo, mengalami peningkatan pengunduhan yang signifikan di Indonesia, mencatatkan lonjakan hingga empat kali lipat. Laporan Sensor Tower menunjukkan peningkatan pengunduhan ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dalam konten digital.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Di tahun 2025, pengunduhan aplikasi drama pendek di Indonesia melonjak hingga 329 persen, sementara aplikasi populer seperti WhatsApp mengalami penurunan signifikan hingga 24 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumen semakin beralih ke hiburan yang lebih singkat dan padat.

Tren Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek

Laporan tahunan dari Sensor Tower mencatat bahwa aplikasi drama pendek mengalami pertumbuhan global yang signifikan, dengan pengunduhan meningkat sebesar 278 persen sepanjang tahun 2025. Di Indonesia, angka ini bahkan lebih mencolok, mencapai 329 persen dalam periode yang sama.

Aplikasi Melolo mendominasi pangsa pasar aplikasi drama pendek, mengungguli pesaingnya seperti Dramabox dan Dramawave. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap format video singkat, khususnya di kalangan pengguna smartphone.

Selain itu, dalam tiga bulan terakhir tahun 2025, aplikasi streaming video mencatat lonjakan pengunduhan mencapai 109 juta kali di Indonesia. Aplikasi drama pendek telah menjadi pendorong utama bagi meningkatnya popularitas aplikasi video streaming di negara ini.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Penurunan Aplikasi Populer

Di tengah kebangkitan aplikasi drama pendek, aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dan TikTok justru mengalami penurunan pengunduhan. WhatsApp tercatat menurun sebanyak 24 persen, sedangkan TikTok mengalami penurunan hingga 9 persen.

Pergeseran preferensi ini menunjukkan bahwa pengguna beralih kepada konten hiburan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Organisasi seperti Sensor Tower mengamati tranformasi ini sebagai dampak dari berkurangnya waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi besar tersebut.

Akibat tren baru ini, aplikasi drama pendek tidak hanya bersaing dengan aplikasi video, tetapi juga dengan aplikasi komunikasi yang sebelumnya memiliki basis pengguna yang besar.

Dampak Global dan Lokal

Secara global, pengunduhan aplikasi video streaming meningkat sebesar 39 persen sepanjang tahun 2025, dengan pendapatan naik 18 persen. Namun, pergeseran preferensi konsumen menunjukkan peningkatan untuk aplikasi drama pendek yang mengubah kebiasaan pengguna di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Meskipun pertumbuhan waktu yang dihabiskan pada aplikasi video streaming secara keseluruhan mencapai 8 persen, Indonesia menunjukkan angka yang jauh lebih signifikan dengan peningkatan penggunaan sebesar 45 persen dalam tahun yang sama.

Fenomena ini mencerminkan minat pengguna Indonesia yang semakin besar terhadap konten yang lebih singkat dan menghibur, berpotensi membentuk arah baru dalam industri aplikasi dan hiburan digital di masa depan.

Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!