Gangguan Serius di TikTok, Pemadaman Listrik Sebabkan Masalah pada FYP
TikTok mengalami gangguan besar setelah pemadaman listrik di pusat data Amerika Serikat. Insiden ini menyebabkan masalah pada sistem rekomendasi 'For You Page' (FYP), dengan pengguna melaporkan konten yang tidak sesuai minat mereka.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Setelah insiden tersebut, banyak pengguna yang menyampaikan keluhan tentang tampilan konten yang tidak relevan dan kesulitan teknis lainnya. TikTok saat ini sedang berupaya memulihkan layanan mereka agar kembali ke kapasitas penuh.
Pemadaman listrik yang terjadi di pusat data di Amerika Serikat memberikan dampak luas bagi pengguna TikTok. Gangguan ini menyebabkan penurunan performa pada sistem rekomendasi 'For You Page' (FYP), di mana pengguna mulai menerima konten yang tidak sesuai dengan preferensi mereka.
Pengguna melaporkan tidak hanya tampilan konten yang tidak relevan, tetapi juga masalah teknis lainnya, seperti lambatnya waktu loading dan kegagalan saat mengunggah konten. Masalah ini menimbulkan keluhan di kalangan pengguna yang bergantung pada platform untuk mempromosikan karya mereka.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
TikTok mengonfirmasi melalui akun resmi bahwa pemadaman listrik di pusat data telah menyebabkan 'cascading systems failure' atau kegagalan sistem berantai. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan bahwa pemulihan layanan sedang dilakukan dan berkomitmen untuk mengembalikan TikTok ke kapasitas penuh secepatnya.
Sejumlah kreator juga melaporkan bahwa video mereka menunjukkan 0 views atau likes, serta pendapatan yang terlihat hilang dari dashboard. Kekhawatiran ini muncul di kalangan kreator tentang kecepatan efek pemulihan yang mungkin tidak secepat yang diharapkan.
Absennya konten aktual terkait isu besar, seperti demonstrasi ICE di Minneapolis, menimbulkan spekulasi tentang adanya perubahan desain algoritma akibat kesepakatan joint venture terbaru. Kesepakatan tersebut melibatkan perusahaan seperti Oracle dan Silver Lake dalam mengelola data pengguna AS dan algoritma TikTok.
Namun, juru bicara TikTok menegaskan bahwa masalah ini adalah akibat teknis dari gangguan server, bukan manipulasi algoritma. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa algoritma pasca divestasi mungkin tidak berfungsi sebaik sebelumnya.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: