Kacamata Pintar: Masa Depan Perangkat Komputasi di Tangan Anda
Sejumlah perusahaan teknologi besar percaya bahwa kacamata pintar akan menjadi perangkat komputasi generasi berikutnya yang akan menggantikan fungsi smartphone. Keyakinan ini muncul dari pengamatan para pemimpin industri seperti Mark Zuckerberg dan Elon Musk terhadap perkembangan teknologi saat ini.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap kacamata pintar akan meningkat dalam dekade mendatang. Dalam acara Meta Connect, ia menyatakan, "Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya."
Tahun 2026 dinilai sebagai waktu yang penting untuk peluncuran kacamata pintar ke pasar. Kacamata ini diharapkan dapat memberikan interaksi yang lebih natural dengan kecerdasan buatan, yang menjadi keunggulan dibandingkan penggunaan smartphone saat ini.
Namun, tantangan besar tetap ada. CEO Rokid, Misa Zhu, menjelaskan bahwa menyelesaikan 'segitiga mustahil' antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian adalah faktor penting untuk keberhasilan perangkat ini.
Rokid telah meluncurkan produk AI Glasses Style di pasar Amerika Serikat dan Jerman pada Januari lalu. Kacamata ini menyediakan berbagai fitur canggih termasuk kamera 12 megapiksel dan integrasi ChatGPT 5.2 untuk perintah audio dan visual.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Kacamata pintar tersebut memiliki masa pakai baterai yang cukup memadai, yaitu lima jam untuk panggilan dan enam jam untuk mendengarkan musik. Dengan harga sekitar US$299 atau setara Rp5.023.300, produk ini menawarkan aksesibilitas bagi pengguna.
Alibaba juga merencanakan peluncuran Quark AI Glasses pada akhir 2025 di China, dengan fitur panggilan tanpa tangan dan terjemahan bahasa real-time. Ini menunjukkan bahwa industri kacamata pintar semakin variatif dan bersaing.
Kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti Xiaomi, Google, dan Samsung dalam sektor kacamata pintar menambah ketatnya persaingan. Dengan banyaknya inovasi, produk kacamata pintar menunjukkan potensi nyata menjadi perangkat yang diminati di masa mendatang.
Alibaba, sebagai pemimpin industri AI di China, menyatakan bahwa Quark AI Glasses mereka akan terhubung dengan layanan ekosistem seperti Alipay dan Taobao. Ini menegaskan bahwa kacamata pintar dapat menjadi penghubung utama dalam ekosistem teknologi.
Saat ini, meskipun smartphone masih mendominasi, peluncuran serta inovasi yang terus menerus di sektor wearable menunjukkan pergeseran nyata menuju perangkat yang lebih canggih semisal kacamata pintar.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: