Kelemahan Keamanan pada Robot Vakum DJI Terungkap, Memicu Kekhawatiran Privasi Pengguna
Sammy Azdoufal, seorang ahli strategi kecerdasan buatan, menemukan celah keamanan serius pada robot vakum DJI yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses sekitar 7.000 perangkat di seluruh dunia.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Penemuan ini diungkap ketika Azdoufal menguji robot vakum miliknya dengan stik PS5, yang menghubungkan ke server DJI dan memperlihatkan kerentanan privasi yang signifikan.
Dalam pengujian yang dilakukan Sammy Azdoufal, ia berhasil merancang sebuah alat sederhana yang terhubung dengan robot vakum DJI dan dapat mengakses data dari berbagai robot di seluruh dunia.
Menggunakan hanya 14 digit nomor seri, Azdoufal dapat melacak status baterai dan mendapatkan denah ruang dari pemilik robot vakum yang berasal dari negara berbeda. Penemuan ini menunjukkan adanya kemungkinan pengamatan yang tidak sah terhadap pengguna.
Lebih lanjut, Azdoufal bisa melakukan pemantauan melalui siaran langsung dari kamera robot dan mendengarkan suara yang ditangkap oleh mikrofon terpasang. Hal ini memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan data pengguna yang seharusnya lebih dijaga.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Menanggapi temuan ini, DJI mengambil langkah cepat untuk menambal celah keamanan yang terbongkar. Perusahaan asal China ini menyatakan bahwa mereka telah menyadari masalah tersebut sejak akhir Januari dan telah melakukan perbaikan.
Namun, pernyataan ini menuai kritik, karena Azdoufal bersama tim The Verge menunjukkan bahwa celah itu masih dapat dieksploitasi pada 10 Februari 2026. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas respons perusahaan dalam menjaga privasi pengguna.
Kondisi ini menggambarkan adanya kemungkinan kekurangan dalam proses penanganan masalah keamanan, yang bisa berpotensi membahayakan pengguna di masa yang akan datang.
Peristiwa ini kembali mengangkat isu besar seputar privasi dan keamanan pada perangkat rumah pintar. Selama ini, beberapa robot vacuum lain juga pernah menjadi sorotan ketika diambil alih oleh peretas untuk tujuan yang tak jelas.
Sammy Azdoufal menyatakan, 'Sangat aneh rasanya ada mikrofon di sebuah alat penyedot debu,' menegaskan pentingnya kewaspadaan konsumen terhadap fitur yang ada pada perangkat mereka.
Meskipun Azdoufal mendapat kritik karena mengungkapkan celah sebelum adanya perbaikan penuh, ia menegaskan bahwa gesekan ini bertujuan untuk mendorong penanganan masalah dengan lebih cepat, bukan untuk mencari penghargaan dari program bug bounty.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: