BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 16:25 WIB

Persiapan Indonesia Menghadapi Era Kecerdasan Buatan yang Akan Datang

Persiapan Indonesia Menghadapi Era Kecerdasan Buatan yang Akan DatangPersiapan Indonesia Menghadapi Era Kecerdasan Buatan yang Akan Datang

Presiden Joko Widodo memandang bahwa dalam lima hingga lima belas tahun mendatang, Indonesia harus siap menyambut revolusi besar yang ditandai dengan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Ia mendesak semua negara, termasuk Indonesia, untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan signifikan yang akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Transformasi Ekonomi Menuju AI

Joko Widodo menjelaskan bahwa era kecerdasan buatan akan membawa perubahan besar pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari. "Menurut perkiraan saya 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar, artificial intelligence," jelasnya.

Perhatian Presiden terhadap AI mencerminkan keinginan untuk mentransformasi ekonomi tradisional menjadi ekonomi digital, dan selanjutnya ke ekonomi berbasis AI. Ia menegaskan, "Memang harus siap betul, karena ini akan ada sebuah pergeseran dari yang dulunya ekonomi normal masuk ke digital ekonomi ini, masuk ke ekonomi AI atau intelligence ekonomi."

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Kedaulatan Data dan Infrastruktur Digital

Jokowi menekankan urgensi kedaulatan data bagi setiap negara, terutama negara berkembang. Ia menyampaikan, "Kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang."

Presiden juga mendorong pengembangan infrastruktur digital seperti satelit, pusat data, jaringan fiber optik, dan menara BTS untuk menunjang kesiapan menghadapi era AI. "Baik itu satelit, baik itu center baik itu fiber optik, baik itu menara BTS yang semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian," tambahnya.

Tantangan Kedaulatan AI di Tingkat Global

Jokowi menyadari tantangan dalam mencapai kedaulatan AI, bahkan bagi negara-negara maju. Ia berargumen, "Negara besar saja saya kira kan sulit. Amerika mau kedaulatan seperti apa? Wong chip semikonduktor masih impor dari negara lain."

Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada negara lain dalam aspek penyediaan sumber daya manusia dan teknologi terkait AI, termasuk dengan India. Dalam berbagai kesempatan, ia dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya AI dalam agenda pembangunan. Gibran pun berharap pesantren dapat menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi AI dan blockchain.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Persiapan Indonesia Menghadapi Era Kecerdasan Buatan yang Akan Datang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!