Pentingnya Transparansi Algoritma Meta untuk Mitigasi Misinformasi di Indonesia
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan urgensi transparansi algoritma dan moderasi konten yang diterapkan oleh Meta dalam platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas maraknya misinformasi yang berpotensi memicu polarisasi sosial di Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan SCBD Jakarta, Meutya Hafid meminta manajemen Meta untuk membuka informasi tentang algoritma yang digunakan dalam rekomendasi konten.
Keterbukaan ini dianggap penting agar masyarakat dapat memahami risiko konten provokatif atau menyesatkan yang dapat terjadi.
Beliau juga mendesak peningkatan kapasitas pengawasan konten di Indonesia, termasuk jumlah dan fungsi personel yang menangani isu disinformasi.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Meta diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif untuk tantangan ruang digital di tanah air.
Dengan sekitar 230 juta pengguna internet, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat bahwa Meta memiliki tanggung jawab signifikan dalam menjaga konten yang dibagikan.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Pemerintah berharap agar Meta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lokal, yang merupakan langkah awal untuk menjaga kondisi sosial masyarakat.
Data menunjukkan bahwa kepatuhan Meta dalam menanggulangi konten judi online, disinformasi, serta ujaran kebencian berada di angka sangat rendah, hanya 28,47%.
Angka ini menggambarkan tantangan besar dalam moderasi konten dan perlunya strategi lebih efektif dari Meta.
Kunjungan kerja oleh Meutya Hafid juga melibatkan berbagai lembaga, termasuk unsur keamanan dan hukum, dengan tujuan memperkuat pengawasan di ruang digital Indonesia.
Beliau menegaskan pentingnya Meta untuk melengkapi moderasi konten dalam konteks lokal dan dinamika sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: