Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 09:55 WIB

Penelitian Komet Antarbintang 3I/ATLAS dan Implikasinya

Author

Penelitian Komet Antarbintang 3I/ATLAS dan Implikasinya

Komet antar bintang 3I/ATLAS yang ditemukan awal tahun ini telah menarik perhatian tim ilmuwan di NASA. Ini adalah objek antarbintang ketiga yang tercatat memasuki tata surya dan menunjukkan perilaku unik yang menarik untuk dipelajari.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Rabu (19/11), NASA mengumumkan foto terbaru dari 15 misi berbeda, termasuk Teleskop Luar Angkasa James Webb dan rover Perseverance. Penelitian ini melibatkan instrumen ilmiah yang melampaui kapabilitas normalnya, menyoroti pentingnya komet ini dalam astrofisika.

Karakteristik Komet 3I/ATLAS

NASA menegaskan bahwa 3I/ATLAS bukanlah pesawat alien, tetapi komet yang berperilaku mirip dengan komet biasa. Amit Kshatriya menjelaskan, "Bentuk dan perilakunya seperti komet, dan semua bukti mengarah pada kesimpulan tersebut, namun sangat menarik karena berasal dari luar tata surya."

Observasi dari Teleskop James Webb dan teleskop SPHEREx menunjukkan komposisi dasar dari komet ini. Shawn Domagal-Goldman, Direktur Sementara Divisi Astrofisika NASA, menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi kelimpahan gas karbon dioksida dan es air pada inti komet, memperlihatkan karakteristik khas komet dengan proporsi CO2 yang lebih besar dari biasanya.

Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China

Pengamatan dan Fenomena Komet

Misi Pengukuran Orbit (MRO) berhasil menangkap foto terdekat dari komet ini dari jarak 31 juta kilometer, menampilkan 3I/ATLAS sebagai bola putih kabur. Kshatriya menjelaskan, "Itu adalah koma, awan debu dan es yang lepas saat komet mendekati matahari."

Pengamatan dari wahana lain seperti Psyche dan MAVEN memberikan sudut pandang yang beragam terhadap objek ini. Tom Statler dari NASA menambahkan, "Komet ini datang dari arah berlawanan, sehingga posisi Bumi tidak ideal untuk mengamatinya, tapi Mars dan wahana lain berada di tempat yang tepat."

Penelitian Berlanjut

Fenomena menarik muncul saat 3I/ATLAS mengalami kecerahan yang cepat pada 29 Oktober mendekati matahari. Statler mencatat bahwa, "Komet memang mengeluarkan nikel dan besi, tapi 3I/ATLAS menghasilkan nikel lebih banyak dari besi. Ini luar biasa dan perlu diteliti lebih lanjut."

Para ilmuwan saat ini sedang mempelajari ukuran komet yang diperkirakan berada antara ratusan meter hingga beberapa kilometer. Namun, debu tebal menghalangi pandangan mereka untuk melihat bentuk objektif komet secara jelas.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU