Pemerintah Indonesia secara resmi menunjuk PT Pindad untuk mengelola proyek mobil nasional, dengan rencana mendirikan pabrik di Subang, Jawa Barat.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Pabrik ini diharapkan mampu memproduksi hingga 500.000 unit mobil per tahun, menandai sebuah langkah signifikan menuju kemandirian industri otomotif lokal.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Langkah awal pelaksanaan proyek mobil nasional dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad.
Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta mempercepat program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya integrasi antara pembangunan kawasan industri dan pengembangan teknologi. 'Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa,' ungkapnya.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Komitmen PT Pindad dalam Proyek Mobil Nasional
PT Pindad, sebagai pengelola proyek, telah menyediakan lahan di Subang dan menargetkan kapasitas produksi sebesar 500.000 unit per tahun, dengan fokus awal mencapai 100.000 unit pada tahun 2028.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menekankan pentingnya mewujudkan proyek ini menjadi konkret. 'Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,' jelasnya.
Perusahaan juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan, memastikan setiap tahap produksi mobil nasional selaras dengan arahan pemerintah.
Target Pasar dan Inovasi Mobil Nasional
Sampai saat ini, model dan jenis mobil nasional yang akan diproduksi masih belum diumumkan secara resmi. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa mobil tersebut akan ditawarkan dengan harga di bawah Rp300 juta.
'Market terbesar yang dipasarkan adalah mobil-mobil di bawah Rp300 juta,' katanya, menekankan pentingnya affordability dalam proyek ini.
Di ajang GIIAS 2025, mobil Indigenous Indonesia Car, atau i2C Project, diperkenalkan. SUV listrik ini diklaim sebagai produk lokal yang mencerminkan budaya Indonesia dan diharapkan memiliki daya tarik di pasar domestik.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: