BYD, pabrikan otomotif asal China, berhasil merebut posisi sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik global pada tahun 2025, menyalip Tesla yang sebelumnya berkuasa.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Dengan penjualan mencapai 2,26 juta unit, BYD menyisihkan Tesla yang hanya mengantongi 1,64 juta unit, menandakan pergeseran signifikan di sektor ini.
Kinerja Penjualan: BYD vs. Tesla
Sepanjang tahun 2025, BYD melaporkan penjualan kendaraan listrik yang mengesankan dengan total 2,26 juta unit, menempatkannya di posisi teratas dalam klasemen otomotif global.
Di sisi lain, Tesla mengalami penurunan penjualan yang signifikan dengan total 1,64 juta kendaraan, merosot lebih dari 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi investor dan pengamat industri, menganalisis dampaknya terhadap daya saing Tesla di pasar yang semakin kompetitif.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Penyebab Penurunan Penjualan Tesla
Salah satu penyebab utama penurunan penjualan Tesla adalah berakhirnya insentif pajak bagi kendaraan listrik di Amerika Serikat, yang telah dihapus pada akhir September 2025.
Kondisi ini menyebabkan pasar harus beradaptasi dengan perubahan permintaan yang cukup signifikan terhadap kendaraan listrik.
Lebih lanjut, dukungan CEO Tesla, Elon Musk, terhadap pihak politik tertentu disebut-sebut berpotensi menambah tantangan bagi perusahaan dalam menarik konsumen.
Persaingan di Industri Kendaraan Listrik
Pasar kendaraan listrik global semakin ramai dengan kehadiran banyak perusahaan baru, terutama dari China, di mana BYD muncul sebagai salah satu pemimpin.
Keberhasilan BYD dalam menjangkau pasar di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa mencerminkan pertumbuhan yang signifikan meskipun mereka menghadapi tantangan di Amerika Serikat.
Dengan posisinya yang semakin kuat, BYD, yang dikenal dengan sebutan 'Biyadi' dalam bahasa Mandarin, telah sukses memperluas pangsa pasarnya setelah keberhasilan di pasar domestik yang sangat kompetitif.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: