Rabu, 14 JANUARI 2026 • 20:57 WIB

Indonesia Siapkan Investasi Besar untuk Memperkuat Ekosistem Semikonduktor

Author

Indonesia Siapkan Investasi Besar untuk Memperkuat Ekosistem Semikonduktor

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem semikonduktor dengan alokasi dana sebesar US$125 juta, sekitar Rp 2,1 triliun. Kerja sama ini dilakukan dengan ARM Holding, perusahaan chip terkemuka yang berbasis di Inggris.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Kerja Sama Strategis dengan ARM Holding

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menjajaki kerja sama strategis dengan ARM Holding. Ia menyatakan, 'Tapi kita nanti insyaAllah kita akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia yang juga forward looking,' saat konferensi pers pada Selasa (13/1/2026).

Dana sebesar US$125 juta ini diharapkan dapat berkembang lebih besar sesuai kebutuhan, mencakup infrastruktur serta penelitian dalam bidang semikonduktor. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat daya saing industri semikonduktor nasional di tingkat global.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Perbandingan dengan Investasi Malaysia

Pembangunan ekosistem semikonduktor di Indonesia muncul setelah Malaysia melakukan investasi serupa dengan ARM, mencapai nilai US$250 juta atau sekitar Rp 4 triliun. Investasi tersebut direncanakan akan dialokasikan secara bertahap dalam 10 tahun ke depan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memproduksi chip lokal Malaysia. Dalam laporan yang dirilis oleh Reuters, dana tersebut akan digunakan untuk memperoleh desain serta teknologi chip dari ARM.

Infrastruktur dan Pengalaman Malaysia dalam Industri Semikonduktor

Malaysia telah beroperasi sebagai pusat industri semikonduktor selama lebih dari 50 tahun dan kini menguasai sekitar 13% dari kebutuhan layanan global dalam pengujian, perakitan, dan pengemasan chip. Tahun lalu, negara tersebut mengalokasikan anggaran sebesar US$5,3 miliar untuk pelatihan dan pengembangan 6000 insinyur sebagai bagian dari Strategi Semikonduktor Nasional (NSS).

Strategi ini mencakup pengembangan infrastruktur, memperkuat rantai pasok chip, dan memperluas pasar ke klien global. Kerja sama yang sedang dilakukan Malaysia menunjukkan usaha mereka untuk memperkuat posisi dalam industri semikonduktor yang terus berkembang.

Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU