Selasa, 20 JANUARI 2026 • 20:05 WIB

Kenaikan Drastis Harga RAM di Indonesia: Efek dari Krisis Chip Global

Author

Kenaikan Drastis Harga RAM di Indonesia: Efek dari Krisis Chip Global

Krisis chip global memberikan dampak yang mendalam bagi industri teknologi di Indonesia, terutama dalam harga RAM yang meroket. Dalam sebulan terakhir, harga RAM di Tanah Air mengalami kenaikan hingga empat kali lipat, memaksa pengguna untuk menyesuaikan diri dengan situasi ini.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Pemantauan di berbagai toko komputer menunjukkan bahwa harga DDR 4 dan DDR 5 mengalami variasi peningkatan yang signifikan. Hal ini menyebabkan pelanggan harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan komponen yang kini semakin melambung.

Tingginya Kenaikan Harga RAM

Di ITC Kuningan, Jakarta, kenaikan harga RAM sangat mencolok sejak akhir tahun lalu. Penjual RAM, Hasan, menjelaskan bahwa 'seminggu tuh bisa 3-4 kali naik,' yang menunjukkan betapa cepatnya perubahan harga yang terjadi.

Saat ini, harga DDR 5 RAM 32GB berkisar antara Rp 7-8 juta, sedangkan RAM 16GB dijual dengan harga lebih dari Rp 2 juta setelah sebelumnya hanya sekitar Rp 1 juta. Ini menunjukkan betapa tingginya biaya yang harus dikeluarkan pengguna untuk perangkat keras tersebut.

Hasan menambahkan bahwa pengguna tidak memiliki banyak pilihan, karena kebutuhan akan perangkat terus berjalan. Meskipun harga melonjak, mereka tetap perlu beradaptasi dengan situasi ini.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Apa yang Memicu Kenaikan Harga?

Firma riset IDC menyebutkan bahwa kesenjangan antara permintaan dan pasokan diperkirakan akan semakin parah pada semester pertama 2026. Vanessa, perwakilan dari IDC, menyatakan: 'Kondisi ini diperkirakan mulai mereda pada semester II, tetapi harga akan tetap tinggi setidaknya sampai awal 2027.'

Pembangunan pusat data AI yang besar dan pergeseran fokus produsen chip ke segmen hyperscale atau AI telah menyempitkan produksi chip konvensional. 'Secara khusus, pasokan/manufaktur memori kelas bawah seperti DDR4 terus dikurangi,' imbuhnya.

Pengurangan kapasitas produksi ini berdampak pada ketersediaan produk di pasar yang lebih luas. Hal ini menyebabkan pelanggan sulit menemukan RAM dengan harga yang lebih terjangkau.

Dampak di Pasar Perangkat dan Komponen Lainnya

Kenaikan harga RAM diperkirakan juga akan mempengaruhi pasar perangkat bekas, khususnya smartphone. Permintaan tinggi di pasar resmi bisa membuat harga di pasar sekunder melambung.

Di sektor PC dan komponen, dampak jangka panjang bisa terasa lebih signifikan, terutama mengingat kematangan pasar perangkat bekas. Penjual mencatat terdapat fluktuasi dalam ketersediaan stok: 'Kadang ada, kadang enggak (stoknya),' menandakan ketidakpastian yang mencolok.

Kenaikan permintaan dari sektor smartphone, PC, dan industri otomotif mempertegas kebutuhan akan komponen memori dan penyimpanan, menunjukkan bahwa situasi ini dapat berlanjut dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU