Penipuan melalui telepon dan pesan, terutama yang mengatasnamakan bank dan dompet digital, kini semakin meningkat di Indonesia.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Banyak masyarakat terjebak dalam skenario yang dirancang dengan baik, di mana penipu berpura-pura menjadi petugas bank dalam upaya mencuri informasi pribadi.
Modus Penipuan Umum
Salah satu modus penipuan yang umum terjadi adalah melalui telepon, di mana penipu mengklaim diri mereka sebagai petugas bank yang sah.
Mereka sering meminta informasi sensitif seperti nomor PIN dan informasi pribadi lainnya, sehingga mengelabui korban yang merasa terdesak.
Hal ini diperparah oleh minimnya pemahaman publik mengenai proses verifikasi resmi, yang menjadikan mereka lebih rentan.
Selain itu, penipuan melalui aplikasi pesan juga sudah banyak terjadi, di mana penipu mengirimkan pesan yang tampaknya resmi dengan mencantumkan logo bank.
Kepalsuan Penghargaan dan Promosi
Modus lain yang digunakan adalah menawarkan penghargaan atau promosi yang sangat menggiurkan. Penipu sering mengklaim bahwa korban telah memenangkan hadiah besar.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Untuk mengklaim hadiah tersebut, korban biasanya diminta membayar sejumlah uang atau memberikan detail rekening, yang merupakan bentuk penipuan yang jelas.
Penting untuk diingat, bahwa bank tidak akan meminta pembayaran untuk pemberian hadiah. Kesadaran akan hal ini dapat mencegah banyak orang dari terjebak.
Kampanye-kampanye semacam ini biasanya aktif di media sosial dan sering ditargetkan kepada individu yang kurang waspada.
Tips Menghindari Penipuan
Dalam menghadapi penipuan, penting untuk selalu memverifikasi nomor telepon atau alamat email yang menghubungi Anda.
Jika ada yang terasa mencurigakan, langkah terbaik adalah menghubungi layanan pelanggan bank secara langsung untuk konfirmasi.
Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor PIN atau kata sandi kepada siapa pun yang menghubungi Anda, sebab bank resmi tidak akan meminta informasi sensitif melalui telepon atau pesan.
Edukasi diri dan orang-orang di sekitar Anda mengenai modus penipuan ini sangat penting untuk membantu orang lain terhindar dari menjadi korban.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: