Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:50 WIB

Judi Online Meningkat di Kalangan Pelajar: Tantangan dan Solusi

Author

Judi Online Meningkat di Kalangan Pelajar: Tantangan dan Solusi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa judi online merupakan isu serius yang semakin mengguncang pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pembukaan retret Kokam di Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, judi online semakin marak, menuntut perhatian lebih dari semua pihak untuk menanganinya dengan tepat.

Tantangan Kejahatan dalam Era Digital

Judi online menjadi tantangan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, 'Kita masih diganggu dengan berbagai macam tantangan. Perkembangan teknologi di satu sisi ini juga berdampak kepada kejahatan, dan yang paling marak salah satunya adalah judi online.'

Judi online tidak hanya mengincar kalangan dewasa, tetapi juga pelajar dan mahasiswa. Kapolri menyoroti, 'Saya kira ini menjadi tantangan kita bersama. Pemainnya juga kebanyakan adalah pelajar ataupun mahasiswa, nomor dua karyawan, nomor tiga wiraswasta, dan seterusnya.'

Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan

Dampak Negatif Judi Online terhadap Anak Muda

Kapolri sangat memperhatikan keterlibatan anak di bawah umur 18 tahun dalam judi online. 'Beberapa waktu yang lalu juga pernah saya sampaikan bahwa banyak anak-anak di bawah umur 18 tahun yang ikut menjadi pemain judi online,' jelasnya.

Keterlibatan anak-anak dalam judi online berpotensi menimbulkan dampak yang besar terhadap kesehatan mental dan sosial mereka. Oleh karena itu, perhatian serius dari berbagai pihak diperlukan untuk memerangi masalah ini.

Strategi Memerangi Judi Online

Jenderal Sigit menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam memerangi judi online. 'Kami tentunya memerintahkan seluruh jajaran untuk terus bekerja sama dengan kementerian lembaga, dengan Kominfo, dengan seluruh elemen masyarakat untuk bisa mengedukasi agar kita bisa menekan angka judi online,' ungkapnya.

Melalui pendidikan dan sosialisasi yang tepat, kesadaran masyarakat tentang dampak negatif judi online diharapkan meningkat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menanggulangi fenomena ini secara efektif.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU