Mulai April 2026, Jepang akan melarang penggunaan power bank dalam kabin pesawat sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Larangan ini diambil setelah sejumlah insiden kebakaran yang dianggap disebabkan oleh alat pengisi daya tersebut.
Penyebab Kebijakan Larangan
Larangan tersebut diumumkan setelah sejumlah insiden kebakaran, dengan perhatian khusus pada insiden yang terjadi pada Januari 2025 di pesawat Air Busan Co.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang menjelaskan bahwa baterai lithium-ion dari power bank dapat terbakar akibat benturan fisik atau degradasi seiring waktu.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Pembatasan Penggunaan dan Penyimpanan
Saat ini, power bank sudah dilarang masuk dalam bagasi tercatat, dan ada regulasi yang membatasi jumlah serta kapasitas power bank di bagasi kabin.
Dengan kebijakan baru ini, pengisian daya power bank melalui stop kontak di dalam pesawat juga akan dilarang, sebagai upaya untuk mencegah insiden kebakaran.
Respon dan Harapan Pemerintah
Pemerintah Jepang berharap larangan ini dapat mengurangi risiko kebakaran di pesawat dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi penumpang.
Dengan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, peraturan ini diharapkan mampu memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi untuk penerbangan.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: