Suzuki Perkenalkan Skema Pembelian e Vitara dengan Model BaaS untuk Kendaraan Listrik Lebih Terjangkau
Suzuki baru saja meluncurkan skema penjualan yang inovatif untuk model e Vitara, menargetkan aksesibilitas kendaraan listrik bagi masyarakat luas. Dengan pendekatan Battery-as-a-Service (BaaS), kendaraan ini kini dapat dimiliki dengan harga mulai dari 1,099 rupee atau sekitar Rp 207 juta.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Program ini dirancang untuk mengurangi beban biaya awal melalui opsi penyewaan baterai, sehingga menjadikan e Vitara lebih terjangkau untuk konsumen. Skema ini menjadi solusi menarik bagi peminat kendaraan ramah lingkungan di pasar India.
Inovasi Skema Penjualan Battery-as-a-Service
Skema Battery-as-a-Service (BaaS) memperkenalkan opsi penyewaan baterai bagi pengguna e Vitara. Hal ini mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pada saat pembelian kendaraan.
Dengan model ini, pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya pemilikan baterai, sehingga harga e Vitara menjadi lebih rendah dan menarik. Program ini saat ini hanya tersedia di pasar India, memberikan kesempatan unik bagi konsumen untuk memiliki mobil listrik dengan harga lebih kompetitif.
Partho Banerjee, Senior Executive Officer Marketing and Sales, mengungkapkan, 'e Vitara menawarkan peace-of-mind yang lengkap', menciptakan lebih banyak kepercayaan bagi konsumen dalam beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Baca juga: Film KPop Demon Hunters Raih Kesuksesan di Netflix
Detail dan Fasilitas e Vitara
Dalam peluncuran yang berlangsung di Indonesia International Motor Show 2026, Suzuki memperlihatkan dua varian e Vitara mulai dari harga Rp 755 juta on the road di Jakarta. Kendaraan ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk mendukung performa dan efisiensi.
Baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh menjadi fitur penting dari e Vitara, mampu melakukan pengisian cepat dalam waktu 50 menit dari level 15-80 persen. Motor listrik yang terintegrasi memiliki daya maksimum 128 kW dan torsi 193 Nm, menjadikannya kompetitif di segmen kendaraan listrik.
Standard performa yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mencari kendaraan elektrik yang handal dan inovatif.
Strategi Pembiayaan dan Jaminan Nilai Jual Kembali
Menyikapi perluasan pasar, Suzuki telah merancang skema pembiayaan yang mirip dengan sistem konvensional, menjangkau lebih banyak konsumen. Mekanisme pembelian dan jaminan nilai jual kembali telah diperhitungkan untuk memberikan rasa aman pada konsumen.
Mekanisme buyback dihadirkan dimana pemakaian selama tiga tahun mengestimasi nilai jual kembali pada 60 persen dari harga beli, sementara pemakaian empat tahun akan menjadi 50 persen. Hal ini memberikan jaminan bagi konsumen mengenai nilai kendaraan di masa depan.
Melihat tren penyewaan baterai yang diadopsi merek lain, langkah ini diharapkan bisa mengurangi keraguan konsumen terkait nilai jual kembali kendaraan listrik mereka.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: