Sebuah eksperimen terbaru menunjukkan bahwa chatbot canggih dari perusahaan besar seperti OpenAI dan Google dapat dengan mudah dikelabui hanya dalam waktu 20 menit. Temuan ini menyiratkan adanya kelemahan serius dalam sistem deteksi kebenaran mereka.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Thomas Germain, yang mempublikasikan hasil penelitiannya di BBC Internasional, mencatat bahwa alat AI ini terjebak oleh informasi yang telah disusun sebelumnya, bahkan dengan kebohongan yang sederhana.
Metodologi Pengujian
Dalam eksperimen ini, Germain menulis artikel di situs web pribadinya berjudul 'Jurnalis teknologi terbaik dalam makan hot dog', yang berisi kebohongan. Artikel tersebut mencakup klaim tentang kompetisi makan hot dog yang tidak pernah ada, dengan namanya dicantumkan sebagai pemenang acara fiktif tersebut.
Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, respons dari berbagai alat AI terkemuka mulai menyerupai isi artikel yang ditulis oleh Germain. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk membedakan antara fakta dan fiksi.
Setelah mendapatkan hasil awal, Germain melakukan revisi pada artikel tersebut, menjelaskan bahwa itu bukan sebuah satire. Reaksi dari AI juga menunjukkan pergeseran, menjadi lebih serius setelah pembaruan ini.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Tanggapan dari Alat AI
Germain mengamati bahwa Gemini, ChatGPT, dan AI Overview merespons dengan memberikan informasi yang identik terhadap artikelnya. Namun, Claude dari Anthropic tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan ini.
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem yang ada dalam mendeteksi informasi yang tidak benar. Hal ini menandakan bahwa beberapa alat AI masih rentan terhadap informasi yang salah.
Para pengamat mulai mempersoalkan apakah praktek saat ini cukup memadai untuk menangani masalah penyebaran informasi yang tidak akurat.
Kritik dari Para Ahli
Harpreet Chatha, seorang konsultan SEO dari Harps Digital, mengungkapkan keprihatinan mengenai kurangnya pengaman dalam alat AI yang digunakan. Ia mencatat, 'Anda dapat menempatkan merek Anda di posisi teratas dan informasi tersebut berpotensi dirangkum oleh Google dan ChatGPT, menambah kepraktisan dalam penyebaran informasi yang salah.'
Ia menambahkan, ketidakmampuan alat tersebut untuk menyaring informasi yang valid dari yang tidak valid menunjukkan ada kebutuhan mendesak untuk pengembangan lebih lanjut dalam teknologi AI.
Dari hasil eksperimen ini, dapat disimpulkan bahwa pengembang teknologi perlu mempertimbangkan langkah-langkah untuk memperkuat keamanan dan akurasi informasi yang diproses oleh chatbot.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: