Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 19:25 WIB

Tiga Warga Iran Ditangkap Karena Diduga Mencuri Rahasia Dagang Google

Author

Tiga Warga Iran Ditangkap Karena Diduga Mencuri Rahasia Dagang Google

Dua mantan pegawai Google dan seorang anggota keluarga mereka ditangkap atas tuduhan pencurian rahasia dagang yang dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 20 tahun. Mereka diduga telah mencuri file sensitif terkait prosesor Tensor yang digunakan pada ponsel Pixel.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah

Ketiga individu tersebut, Samaneh Ghandali, Soroor Ghandali, dan Mohammadjavad Khosravi, semuanya adalah warga negara Iran yang menghadapi jumlah total 14 tuduhan, termasuk pencurian rahasia dagang dan penghancuran bukti.

Dakwaan dan Rincian Kasus

Tiga individu yang terlibat dalam kasus ini dituduh berkonspirasi untuk mencuri file rahasia dagang perusahaan teknologi terkemuka. Total 14 dakwaan dihadapi, termasuk dakwaan pencurian rahasia dan penghancuran bukti.

Samaneh Ghandali, seorang insinyur hardware, dan saudarinya yang merupakan mantan pegawai magang Google, Soroor Ghandali, ditangkap pada 19 Februari. Keduanya dihadapkan di pengadilan federal di San Jose, California, bersama suaminya yang tidak pernah bekerja di Google, Mohammadjavad Khosravi.

Dalam dugaan pencurian ini, peran Mohammadjavad Khosravi ditengarai cukup signifikan, meskipun statusnya sebagai non-pegawai Google menjadi perhatian tersendiri.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat

Tindakan Keamanan Google

Menanggapi kasus pencurian rahasia dagang ini, juru bicara Google, José Castañeda, menyatakan, "Kami telah memperkuat langkah-langkah pengamanan untuk melindungi informasi rahasia kami dan segera memberitahukan pihak berwenang setelah menemukan insiden ini."

Aktivitas mencurigakan yang terdeteksi mencakup pengiriman lebih dari 300 berkas rahasia dagang ke aplikasi komunikasi pihak ketiga oleh Samaneh Ghandali, sedangkan Soroor Ghandali mengirimkan 34 berkas dengan cara yang sama.

Keamanan internal perusahaan menunjukkan kepedulian besar terhadap pelindungan rahasia dagang, menciptakan kesadaran akan potensi ancaman bagi industri teknologi.

Proses Hukum yang Berlanjut

Jaksa penuntut mengklaim bahwa ketiga individu tersebut memiliki niat untuk memberikan rahasia dagang kepada pihak ketiga, namun rincian tentang cara implementasi niat tersebut tidak menjelaskan dengan jelas. Proses hukum ini menciptakan kekhawatiran lebih lanjut mengenai keamanan informasi di era digital.

Pertanyaan mengenai langkah-langkah defensif yang akan diajukan oleh tim pembela para terdakwa muncul setelah pengacara mereka belum memberikan komentar resmi kepada media terkait kasus ini. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai strategi pertahanan yang akan diambil dalam persidangan mendatang.

Dengan adanya kasus ini, perlindungan terhadap informasi sensitif menjadi fokus perhatian, menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar harus selalu waspada terhadap ancaman dari dalam dan luar organisasi.

Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU