Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat setelah serangan rudal balistik dari Teheran yang menyasar infrastruktur energi penting Israel.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Serangan ini mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa wilayah Tel Aviv, menciptakan suasana gelap gulita di kota tersebut.
Pembangkit Listrik Yang Diserang
Salah satu target utama dari serangan ini adalah Orot Rabin Power Station, pembangkit listrik besar yang terletak dekat Hadera, sekitar 45 kilometer utara Tel Aviv.
Fasilitas ini sangat vital, menyuplai hampir 20 persen kebutuhan listrik nasional Israel dengan kapasitas sekitar 2.590 megawatt.
Laporan awal menunjukkan bahwa rudal mengenai area pembangkit, dan hal ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah pinggiran Tel Aviv, termasuk kawasan komersial dan perumahan.
Warga di berbagai bagian kota melaporkan kehilangan penerangan secara mendadak, yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan energi di pusat ekonomi Israel.
Dampak Serangan Terhadap Infrastruktur Energi
Selain Orot Rabin, serangan juga menyasar kilang minyak di Teluk Haifa Bay, termasuk kompleks milik Bazan Group, yang merupakan fasilitas pemurnian penting bagi Israel.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Serangan ini dianggap sebagai langkah strategis Iran yang dapat berdampak pada ketahanan energi dan aktivitas ekonomi Israel.
Operasi serangan ini diklaim dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan balasan terhadap serangan-serangan sebelumnya yang ditujukan kepada infrastruktur energi Iran.
Fasilitas-fasilitas yang sebelumnya diserang termasuk depot bahan bakar dan lokasi penyimpanan minyak di Tehran dan Provinsi Alborz.
Kondisi Darurat dan Reaksi Masyarakat
Pemadaman listrik di sekitar Tel Aviv berdampak signifikan pada layanan publik, mengakibatkan beberapa rumah sakit dan fasilitas penting harus beralih menggunakan generator cadangan.
Gangguan ini juga mempengaruhi sistem lampu lalu lintas dan transportasi publik, yang pada gilirannya mengganggu kelancaran mobilitas warga.
Masyarakat kini berada dalam keadaan darurat setelah sebelumnya sering mendengar sirene peringatan serangan udara dan terpaksa berlindung di bunker.
Situasi ini menambah tekanan psikologis bagi warga yang sudah terbiasa dengan ketegangan akibat konflik berkepanjangan.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: